admin October 16, 2020

Saat ini pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda, terutama di Indonesia. Tingkat penularan penyakit yang berasal dari virus SARS-CoV-2 ini sangat tinggi apabila Anda dekat dengan orang yang terinfeksi. Salah satu pencegahannya adalah menggunakan masker, terutama masker N95.

Mengenal Masker N95

World Health Organization menyebutkan bahwa penggunaan masker jenis tertentu efektif untuk mencegah penularan dari virus yang menyebabkan pandemi ini. Bagi masyarakat umum, masker kain tiga lapis masih efektif untuk digunakan sebagai pencegahan penularan.

Sempat langka di pasaran, masker N95 saat ini sudah banyak beredar kembali di e-commerce maupun di tempat yang menjual peralatan medis. Berikut adalah beberapa hal atau fakta terbaru mengenai masker N95, yaitu antara lain:

1.     Tenaga Medis Lebih Membutuhkan

Meskipun sudah beredar di pasaran, tenaga medis sebenarnya yang lebih membutuhkan saat ini. Terutama ketika kasus penularan Covid-19 semakin meningkat. Masker ini pernah sedikit langka ketika awal-awal pandemi dahulu.

Tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 tentu akan lebih membutuhkan karena masker ini sangat efektif dalam pencegahan virus tersebut. Para tenaga kesehatan sangat rentan dengan penularan karena mereka setiap hari terpapar dengan orang-orang yang terinfeksi virus baik dalam kondisi tanpa gejala maupun bergejala berat.

2.     Efektif untuk Mencegah Penularan Covid-19

Masker N95 merupakan masker yang memiliki efektivitas tinggi dalam menyaring partikel mikro yang berasal dari droplets atau percikan pernapasan dari seseorang yang tertular virus Covid-19. Masker ini memiliki kemampuan menyaring hingga 95% partikel-partikel mikro tersebut.

Tenaga medis harus menggunakan masker ini dengan tepat serta menambah beberapa perlindungan lain seperti face shield. Awalnya, masker ini hanya untuk keperluan sekali pakai. Ketika tenaga kesehatan selesai bertugas, masker ini harus dibuang.

Namun, saat ini tengah marak bahwa masker N95 dapat digunakan kembali dengan cara dibersihkan atau didekontaminasi. Hal ini merupakan suatu upaya dari tenaga kesehatan untuk mengatasi kelangkaan sediaan masker di pasaran.

Selain melindungi paparan dari droplets secara langsung, masker N95 juga mencegah adanya partikel aerosol dan juga partikel airborne yang telah terkontaminasi dengan droplets. Besar partikel aerosol dapat mencapai 0,1 mikron. Oleh karena itu, tenaga medis harus menggunakannya dengan rapat.

3.     Dapat Didekontaminasi Kembali

Karena kelangkaan masker N95 beberapa waktu yang lalu, para peneliti di bidang medis melakukan percobaan dan penelitian mengenai dekontaminasi masker ini. Apabila masker N95 didekontaminasi, maka masker tersebut bisa digunakan hingga maksimal tiga kali pemakaian.

Ada syarat tertentu agar masker ini bisa digunakan yaitu segel respirator pada masker harus tetap ada dan terjaga. Selain itu, perlengkapan lain yang menunjang masker masih utuh.

Dekontaminasi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan penyinaran ultraviolet, menggunakan etanol dengan kandungan lebih dari 70 persen, atau dipanaskan pada suhu yang mencapai dan melebihi 70 derajat celcius.

  • Penyimpanan Mempengaruhi Kebersihan Masker

Dalam beberapa laporan mengenai cara dekontaminasi masker N95 agar bisa digunakan kembali, penyimpanan setelah dekontaminasi ternyata berpengaruh pada kebersihan. Agar tidak terjadi kontaminasi, masker harus disimpan terpisah dengan masker N95 yang lain. Cara penyimpanan bisa digantung dan disimpan dalam wadah yang bersih.

Masker N95 memang tepat digunakan oleh tenaga medis sehingga mereka bisa melakukan tugas dalam penanganan Covid-19 lebih maksimal. Tenaga medis maupun mereka yang bekerja di lingkungan kesehatan lebih baik menjadi prioritas menggunakan masker ini.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*